Ketenagakerjaan Adalah: Pengertian, Klasifikasi, Permasalahannya

![Ketenagakerjaan adalah.jpg](https://clockster-blog.storage.yandexcloud.net/Ketenagakerjaan_adalah_37b46f4eaf.jpg) Ketenagakerjaan adalah istilah yang cukup umum bagi masyarakat Indonesia khususnya dalam beberapa tahun belakangan ini. Meskipun begitu, masih banyak dari mereka yang belum mengerti sepenuhnya tentang hukum ketenagakerjaan dan seputarnya. Sederhananya, teori ketenagakerjaan berbicara hal-hal menyangkut pekerja sebelum dan setelah masa kerja berakhir. Semua peraturan ketenagakerjaan tersebut telah diatur oleh hukum Indonesia. Sehingga, pekerja maupun perusahaan tak bisa semena-mena dalam memperlakukan satu sama lain. Untuk informasi seputar peraturan ketenagakerjaan yang lebih lengkap, langsung saja simak ulasan dari Clockster di bawah ini. Jangan sampai terlewatkan, ya! ## Pengertian Ketenagakerjaan Ketenagakerjaan adalah hubungan yang tidak bisa dipisahkan dengan sumber daya manusia. Mengingat SDM menjadi faktor utama untuk menentukan apakah sistem ketenagakerjaan dapat berjalan dengan baik. Di Indonesia, hukum ketenagakerjaan adalah Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003. Adapun undang-undang tersebut menyatakan bahwa, ketenagakerjaan adalah orang-orang yang mampu melakukan pekerjaan dengan menghasilkan barang atau jasa, agar dapat memenuhi kebutuh sendiri ataupun untuk masyarakat. Lalu, siapakah yang dimaksud dengan tenaga kerja? Mereka adalah pekerja atau buruh. Menurut undang-undang yang ada, penerima upah atau imbalan dalam bentuk apapun dapat disebut sebagai pekerja atau buruh. ### Pengertian Ketenagakerjaan Menurut Para Ahli Tidak hanya lewat peraturan, para ahli juga menyampaikan definisi dari teori ketenagakerjaan menurut pandangan mereka. Berdasarkan ahli, ketenagakerjaan adalah: - Subri mendefinisikan tenaga kerja sebagai penduduk berusia 15 - 64 tahun yang diminta untuk partisipasi tenaganya dalam memproduksi barang ataupun jasa. - Dr. A. Hamzah, SH mengemukakan bahwa yang dimaksud dengan ketenagakerjaan adalah penduduk yang bekerja di dalam ataupun di luar hubungan kerja. - Sumarsono menyatakan bahwa tenaga kerja adalah orang-orang yang bersedia serta sanggup bekerja dan melakukan kegiatan pekerjaan untuk diri sendiri atau orang lain. - Dr. Payaman J. Simanjuntak menyampaikan bahwa tenaga kerja adalah penduduk baik yang telah atau sedang bekerja, yang sedang mencari pekerjaan sambil melaksanakan kegiatan lain. Misalnya mengurus rumah tangga atau bersekolah. Dari beberapa definisi di atas, dapat disimpulkan bahwa ketenagakerjaan adalah penduduk berusia 15 - 64 tahun yang mengontribusikan tenaganya dan bersedia bekerja, sambil melakukan kegiatan lain. Mereka dapat bekerja di dalam atau di luar hubungan kerja dan mengerahkan tenaga fisik serta pikiran dalam melakukan proses produksi. ## Klasifikasi Tenaga Kerja Tenaga kerja menjadi komponen penting dan paling berpengaruh dalam proses produksi. Berdasarkan sifat kerjanya, tenaga kerja dibedakan dalam beberapa jenis. Apa saja perbedaannya? Jenis-jenis ketenagakerjaan adalah sebagai berikut: **Tenaga Kerja Jasmani** Untuk mereka yang lebih mengandalkan tenaga fisik dalam proses produksi yang dikerjakan, seperti misalnya seorang montir dan supir. **Tenaga Kerja Rohani** Untuk mereka yang lebih banyak menggunakan pikiran seperti gagasan atau ide-ide produktif. Biasanya tenaga kerja ini dikenal dengan panggilan konsultan, manajer, dan direktur. Tidak hanya sifat kerja, jika berdasarkan keahlian, ketenagakerjaan adalah: **Skilled Labour (Tenaga Kerja Terdidik)** Termasuk pada tenaga kerja yang perlu memiliki keahlian pada bidang tertentu, melalui pendidikan yang ditempuh. Seperti pengacara, hakim, dokter, guru, akuntan, dan lainnya. **Trained Labour (Tenaga Kerja Terlatih)** Termasuk pada tenaga kerja yang lebih memerlukan pengalaman kerja, seperti misalnya penjahit, pelukis, koki, dan lainnya. **Unskilled / Untrained Labour (Tenaga Kerja Tidak Terdidik / Terlatih)** Termasuk pada tenaga kerja yang hanya mengandalkan tenaga, tanpa pengalaman atau pendidikan sebelumnya. Seperti tukang becak, pembantu rumah tangga, dan kuli bangunan. Terakhir, berdasarkan hubungan dengan proses produksi ketenagakerjaan adalah: **Tenaga Kerja Langsung** Merupakan tenaga kerja yang secara langsung terlibat dalam produksi dan biayanya dikenakan pada barang yang dihasilkan di pabrik, seperti karyawan produksi. **Tenaga Kerja Tidak Langsung** Merupakan tenaga kerja yang tidak secara langsung terlibat dalam produksi dan biayanya tidak dikenakan pada biaya operasional suatu pabrik, seperti sales dan marketer. ### Baca juga: <u>[4 Jenis Budaya Kerja di Perusahaan, Ini Contoh yang Positif!](https://clockster.com/id/blog/budaya-kerja/)</u> ## Permasalahan Ketenagakerjaan yang Kerap Muncul Ketenagakerjaan adalah pendorong ekonomi negeri. Sehingga, suatu negara dituntut untuk memiliki SDM berkualitas demi menciptakan ketenagakerjaan yang baik dan akhirnya meningkatkan ekonomi negeri. Sayangnya, realitas ketenagakerjaan tak seperti itu. Masih banyak permasalahan yang kerap muncul seperti beberapa hal di bawah. Berikut adalah contoh permasalahan ketenagakerjaan di negara Indonesia. **Masih Banyak Pengangguran** Masalah yang sampai saat ini masih ada ialah tingkat pengangguran yang tinggi. Namun, daya saing dan produktivitas tenaga kerja di negara ini juga tergolong rendah. Hal tersebut didukung dengan data yang disampaikan oleh BPS. Pada Februari 2021 terdapat 19,1 juta jiwa yang terdampak efek pandemi. Alhasil pengangguran semakin meningkat. Perkembangan teknologi digital dan revolusi industri yang berkembang begitu cepat juga menjadi tantangan. **Tingginya Jumlah Angkatan Kerja** Sebagai salah satu negara dengan jumlah penduduk terbesar, hal tersebut berkontribusi terhadap tingginya angkatan kerja. Namun, tidak didukung dengan ketersediaan lapangan kerja. Kelebihan tenaga kerja yang tak diimbangi dengan ketersediaan lapangan kerja rupanya dapat membuat kualitas pasar kerja di Indonesia menurun. Permasalahan ketenagakerjaan ini tentunya harus diperhatikan oleh pemerintah. **Tingkat Pendidikan dan Keterampilan yang Rendah** Rendahnya kualitas tenaga kerja disebabkan oleh tingkat pendidikan. Lalu hal tersebut berdampak pada keterampilan yang akhirnya tidak sesuai dengan kualifikasi pekerjaan. Minimnya penguasaan dan pengetahuan akan teknologi juga menjadi faktor pendukung. Padahal jika tenaga kerja memiliki keterampilan dan pendidikan, peluang mendapatkan pekerjaan atau berwirausaha akan lebih mudah. **Angkatan Kerja yang Tersebar Acak** Penyebaran tenaga kerja di Indonesia termasuk tidak merata, 60% penduduk bahkan terpusat di pulau Jawa saja. Di sisi lain, daerah yang wilayahnya luas masih kekurangan tenaga kerja. Penyebaran acak ini kemudian memicu terjadinya permasalahan ketenagakerjaan. ### Tenaga Kerja Belum Mendapatkan Perlindungan Secara Maksimal Perlindungan kesejahteraan yang belum maksimal dapat dilihat dari minimnya standar upah, tempat kerja tidak layak, dan lainnya. Alhasil motivasi pekerja pun menurun dan berdampak pada ekonomi masyarakat hingga lingkungan investasi. ## Upaya Mengatasi Permasalahan Ketenagakerjaan Setelah membaca permasalahan di atas, sekarang Anda bisa lihat, bagaimana hal tersebut menjadi penghalang dalam pembangunan ekonomi di Indonesia. Namun, bukan berarti masalah-masalah itu tidak dapat dikurangi atau diselesaikan. Beberapa upaya yang bisa diimplementasikan adalah: - Meningkatkan kompetensi tenaga kerja. Upaya ini diharapkan mampu memperbanyak tenaga kerja yang sesuai dengan kualifikasi lapangan dan dapat berkontribusi secara positif. - Membuka lapangan kerja sebanyak-banyaknya. Pemerintah dapat membantu masyarakatnya dengan membuka lapangan kerja, termasuk mendorong perusahaan swasta untuk mengurangi salah satu permasalahan ketenagakerjaan, yaitu angka pengangguran. - Mendorong perkembangan usaha mandiri. - Menerapkan kebijakan upah yang setara dengan pekerjaannya guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Indonesia. - Meningkatkan perlindungan bagi tenaga kerja. Dapat dilakukan dengan menerapkan jaminan sosial dan norma kerja. - Meningkatkan kualitas penempatan tenaga kerja. Penempatan dan pemberdayaan tenaga kerja yang baik menjadi upaya agar angkatan kerja tidak terkonsentrasi di satu wilayah saja. Itu tadi pembahasan dari Clockster mengenai pengertian ketenagakerjaan hingga beberapa permasalahannya yang pernah terjadi di Indonesia. Sebagai pekerja, memahami hal-hal dasar seperti informasi ini sudah seharusnya dilakukan. Sehingga, Anda paham betul manfaat dan juga resiko yang akan dihadapi ketika memasuki dunia kerja. Mari kembangkan lagi skill Anda dengan membaca artikel-artikel Clockster tentang produktivitas. ### Baca juga: <u>[Kompensasi Adalah: Pengertian, Jenis, Tujuan dan Contohnya](https://clockster.com/id/blog/kompensasi-adalah/)</u>